Cari Berita

Pengumuman

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat di Balai Desa Widodomartani

Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat di Balai Desa Widodomartani

Latar belakang kegiatan : dalam rangka mengembangkan kualitas sumber daya manusia kesehatan dan berusaha untuk menghasilkan tenaga yang profesional dan mampu untuk berkontribusi dalam kesehatan masyarakat serta mengacu pada uji kompetensi SK Menteri pendidikan dan kebudayaan no 36 tahun 2013 tentang kompetensi mahasiswa dan profil lulusan berdasarkan naskah akademik pendidikan kesehatan masyarakat tahun 2013. Dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, ada 8 kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan program studi S1 Kesehatan Masyarakat. Untuk itu progam Studi S1 Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan Praktek belajar Lapangan (PBL) di desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sleman. PBL dilakukan mulai tanggal 20 Agusutus 2018 sampai dengan 12 September 2018 selama 24 hari  diikuti 56 mahasiswa

Wilayah Sleman merupakan wilayah terdampak bencana gunung Merapi digunakan sebagai lokasi PBL dengan harapan para mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut dan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan kebencanaan. Bencana berdampak serius terhadap penduduk rentan yaitu anak-anak dan lansia.  Oleh karena itu  penyuluhan mengenai kesiapsiagaan bencana penting dilakukan  terhadap masyarakat tidak terkecuali pada  anak-anak.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menduduki peringkat tertinggi capaian umur harapan hidup (UHH), yakni 73,62 tahun, sedangkan angka nasional adalah 69,65 tahun (BAPPENAS, 2015). DIY juga menempati urutan pertama sebaran penduduk usia lanjut (lansia) dengan persentase lansia tertinggi (13,4%). Peningkatan UHH akan berdampak pada meningkatnya jumlah populasi lansia. Untuk itu, perlu dilakukan upaya intervensi pendekatan siklus hidup sejak dalam kandungan (INFODATIN, 2016 )

Pemeriksaan lansia secara berkala akan membawa manfaat besar antara lain sebagai upaya deteksi dini adanya penyakit atau gangguan. Kedua merupayakan upaya agar para lansia berada pada kondisi optimal dalam menjalani sisa hidup. Sebagai rangkaian dalam kegiatan PBL, Program Studi S1 kesehatan  Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam  Sehari Bersama Respati pada hari Sabtu 8 September 2018 di balai Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak , Sleman dengan dihadiri oleh Camat Ngemplak, kepala Puskesmas Ngemplak 2, kepala Desa Widodomartani dan staf  beserta masyarakat dan anak anak di  desa Widodomartani . Selain itu dihadiri Dekan Fikes dan Ketua Program Studi  S1 Kesehatan Masyarakat, jajaran staf civitas akademika dan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta

Tema pengabdian  Masyarakat  :  Kesiapsiagaan Bencana dan Peningkatan Kesehatan Lansia  di Desa Widodomartani

Adapun kegiatan tersebut adalah : Penyuluhan Tanggap Bencana  dengan narasumber dari TAGANA DIY, Peserta : 8 orang Kepala dusun dan 8 orang tokoh masyarakat dan 16 orang kader, Praktik Simulasi Tanggap Bencana Gunung berap Peserta : 16 tokoh masyarakat, 16 kader dan 16 anak PAUD, Pemeriksaan Kesehatan Lansia Diikuti 80 orang lansia.


Berita Terkait

2 PTS Naik Daun, Ada 9 Prodi di Beberapa PTS Ditutup

Workshop Character Building SMA 3 Ponorogo Oleh Prodi HI

PENERIMAAN DOSEN TETAP PENDIRIAN PASCA SARJANA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

efile Fst

Pelaksanaan Uji Kompetensi Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (UKAKMI) Per

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
iCxT8I


Halaman Lain